Oleh Abdul Hadi*
“Hidup yang tidak dipertaruhkan adalah hidup yang tidak akan dimenangkan”
DALAM perjalanan kehidupan, kita seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang menuntut keberanian untuk mengambil risiko. Ada kalanya kita merasa nyaman dengan zona aman, enggan keluar dari rutinitas yang sudah mapan, dan menghindari segala bentuk ketidakpastian. Namun, di balik kenyamanan semu itu, tersembunyi sebuah kebenaran yang tak terbantahkan: hidup yang tidak dipertaruhkan adalah hidup yang tidak akan dimenangkan.
Mengapa demikian? Karena kemenangan sejati, pencapaian yang bermakna, dan pertumbuhan pribadi yang signifikan hanya dapat diraih melalui keberanian untuk mengambil risiko. Setiap langkah maju, setiap inovasi, setiap perubahan positif dalam hidup kita selalu diawali dengan sebuah pertaruhan. Pertaruhan untuk keluar dari zona nyaman, mencoba hal baru, menghadapi tantangan, dan mengatasi ketakutan.
Ambil contoh para penemu dan inovator. Mereka adalah orang-orang yang berani mempertaruhkan segalanya untuk mewujudkan visi mereka. Mereka rela menghabiskan waktu, tenaga, dan bahkan uang mereka untuk menciptakan sesuatu yang baru, meskipun tidak ada jaminan keberhasilan. Namun, berkat keberanian mereka, dunia menjadi lebih baik dan kehidupan kita menjadi lebih mudah.
Begitu pula dengan para pengusaha dan pemimpin. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil risiko untuk memulai bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Mereka tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari proses, tetapi mereka tidak pernah menyerah. Mereka terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi hingga akhirnya meraih kesuksesan.
Namun, pertaruhan tidak selalu berarti mengambil risiko besar dalam skala global. Pertaruhan juga bisa berarti mengambil langkah kecil namun signifikan dalam kehidupan pribadi kita. Misalnya, berani mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita cintai, berani memulai hobi baru, berani mengambil kursus atau pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, atau berani mengubah karier yang tidak lagi memuaskan.
Tentu saja, mengambil risiko tidak selalu berbuah manis. Ada kalanya kita gagal, kecewa, atau bahkan terluka. Namun, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kegagalan adalah kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan menjadi lebih kuat. Setiap kali kita bangkit dari kegagalan, kita menjadi lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih siap untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Jadi, jangan takut untuk mengambil risiko dalam hidup ini. Jangan biarkan ketakutan mengendalikan diri kita. Ingatlah bahwa hidup yang tidak dipertaruhkan adalah hidup yang tidak akan dimenangkan. Beranilah untuk keluar dari zona nyaman, mencoba hal baru, dan mengejar impian kita. Karena di balik setiap pertaruhan, tersembunyi potensi kemenangan yang tak terhingga.
*Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah – Universitas Islam Aceh



Belum ada komentar