BIREUEN – Universitas Islam Aceh (UIA) Kampus Paya Lipah memberlakukan kebijakan kuliah gratis bagi mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang menjadi korban banjir bandang. Kebijakan ini berlaku dalam masa penerimaan mahasiswa baru gelombang pertama, terhitung mulai 5 Januari hingga 14 April 2026.
Rektor UIA Dr Nazaruddin MA menyatakan, bahwa keputusan ini merupakan hasil rapat pimpinan sebagai bentuk kepedulian institusi untuk meringankan beban ekonomi para korban bencana banjir. Skema bantuan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat dampak yang dialami oleh masing-masing mahasiswa.
“Bagi mahasiswa baru yang rumahnya hilang total, kami gratiskan mulai dari biaya registrasi hingga SPP untuk beberapa semester. Semua kategori ini telah ditetapkan formulanya dalam Surat Keputusan (SK) Rektor,” ujar Nazaruddin, Selasa, 27 Januari 2026.
Selain mahasiswa baru, mahasiswa lama yang terdampak juga mendapatkan dispensasi berupa pembebasan biaya kuliah selama satu hingga dua semester, tergantung pada kemampuan finansial kampus. Bagi mahasiswa yang terdampak secara umum, pihak kampus memberikan potongan biaya pendidikan (diskon).
Untuk memperoleh fasilitas ini, calon mahasiswa atau mahasiswa lama wajib menyertakan surat keterangan dari keuchik (kepala desa) atau pejabat berwenang setempat. Dokumen tersebut harus menjelaskan kondisi tempat tinggal yang bersangkutan, serta dilengkapi dengan foto pendukung yang menunjukkan tingkat kerusakan rumah (rusak berat, rusak ringan, atau hilang).
Nazaruddin menambahkan, pihak kampus juga akan memprioritaskan mahasiswa korban banjir untuk diusulkan mendapatkan beasiswa dari sumber lain.
“Mahasiswa korban banjir yang mendaftar akan kami ajukan namanya untuk mendapat beasiswa, sehingga ada kemungkinan mereka mendapatkan pembebasan biaya kuliah secara total,” jelasnya.
Melalui kebijakan ini, UIA Kampus Paya Lipah berkomitmen membantu kelanjutan pendidikan generasi muda di Bireuen meskipun di tengah situasi pascabencana.









Belum ada komentar