Rektor dan Dosen UIA jadi Penguji Beasiswa Tahfizh di Badan Dayah
Rektor dan Dosen UIA jadi Penguji Beasiswa Tahfizh di Badan Dayah

Rektor dan Dosen UIA jadi Penguji Beasiswa Tahfizh di Badan Dayah

BIREUEN – Universitas Islam Aceh (UIA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi qur’ani di Aceh.

Rektor UIA, Dr Nazaruddin MA bersama sejumlah dosen dari Kampus Paya Lipah terlibat langsung sebagai tim penguji dalam Seleksi Beasiswa Santri Tahfizh yang diselenggarakan oleh Badan Dayah Kabupaten Bireuen.

Nazaruddin juga memberikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah daerah yang melibatkan kampus UIA dalam kegiatan strategis ini.

“Keterlibatan UIA dalam proses seleksi ini sejalan dengan misi kami membentuk insan akademis yang juga memiliki kekuatan spiritual dan integritas Qur’ani,” ucap Nazaruddin di sela-sela kegiatan.

Selain rektor, tim penguji dari UIA juga ikut hadir terdiri dari dosen-dosen muda yang memiliki kompetensi di bidang ilmu Al-Qur’an dan pendidikan Bahasa Arab, di antaranya Hendri Julian MEd dan Malik Adharsyah Syarifuddin, Lc MA. Keduanya turut menilai aspek hafalan, tajwid, dan adab para peserta dengan pendekatan yang edukatif dan profesional.

Kegiatan yang berlangsung di kantor Badan Dayah ini diikuti oleh 421 santri dari berbagai dayah yang ada di Bireuen dan sekitarnya. Mereka bersaing memperebutkan 222 kuota beasiswa yang disediakan untuk para penghafal Al-Qur’an dari tingkat hafalan 1 juz hingga 30 juz.

Kepala Badan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, SAg MAP dalam sambutannya, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemberian bantuan finansial, melainkan bagian dari upaya membangun karakter dan peradaban melalui nilai-nilai Al-Qur’an.

“Para hafizh yang lahir dari program ini diharapkan menjadi pemimpin berakhlak mulia dan penjaga moral bangsa di masa depan,” ujarnya.

Program beasiswa, sebut Anwar, dikelompokkan dalam tujuh kategori berdasarkan jumlah hafalan. Kategori terbanyak diikuti oleh santri dengan hafalan 1 juz, mencapai 154 peserta, disusul kategori 3 juz dengan 97 peserta. Untuk hafalan 30 juz, tercatat tujuh santri mengikuti seleksi, memperebutkan empat kuota yang tersedia.

“Adapun nilai beasiswa yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp1,3 juta hingga Rp10 juta, tergantung tingkat hafalan. Total anggaran program ini mencapai Rp470 juta yang bersumber dari DPA Badan Dayah Kabupaten Bireuen Tahun Anggaran 2025,” ungkapnya.

Proses seleksi berlangsung ketat dan objektif, dengan penilaian mencakup hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur’an. Panitia menegaskan bahwa kualitas moral dan kesungguhan santri menjadi aspek penting dalam penilaian.

Melalui kolaborasi ini, UIA menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendampingi masyarakat, khususnya dalam membina generasi Qur’ani di Tanah Rencong.

Belum ada komentar

Artikel Terkait