Foto bersama usai kick-off Program Pendidikan Kebanksentralan 2026, Bank Indonesia dan 5 kampus lakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS)
Foto bersama usai kick-off Program Pendidikan Kebanksentralan 2026, Bank Indonesia dan 5 kampus lakukan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS)

Kick-Off Program Pendidikan Kebanksentralan, BI Perkuat Peluang Riset dan Kerja Sama

LHOKSEUMAWE – Upaya memperkuat literasi keuangan dan mencetak generasi unggul di Aceh memasuki babak baru. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe resmi memulai Program Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026 melalui kegiatan kick-off dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Theater Lantai V Gedung TDC Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL).

Kegiatan strategis yang dibuka langsung oleh Direktur PNL Dr Ir Rizal Syahyadi ST MEngSc IPM ASEAN Eng APEC Eng berlangsung Selasa, 14 April 2026 yang melibatkan lima perguruan tinggi mitra di wilayah kerja BI Lhokseumawe, yaitu Universitas Islam Aceh, Universitas Malikussaleh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Sultanah Nahrasiyah, dan Universitas Samudra.

Rizal memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang diprakarsai BI yang selaras dengan visi institusi untuk mencetak lulusan yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat.

“Mahasiswa adalah brand ambassador bagi kampus sekaligus bagi Bank Indonesia. Kita boleh tinggal di lokal, tetapi harus memiliki pemikiran global,” pesan Rizal.

Rektor UIA Dr Nazaruddin MA disela-sela usai penandatangan PKS menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada BI Lhokseumawe atas kepercayaannya untuk menjadikan UIA sebagai mitra dan juga kampus swasta pertama yang ada di wilayah kerjanya.

“Hingga saat ini sudah masuk tahun ketiga, UIA menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang dipercaya sebagai mitra BI Lhokseumawe, kami memandang program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ini sebagai peluang emas bagi mahasiswa kami untuk setara dalam mengakses peningkatan kapasitas dan wawasan ekonomi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut pula, Nazaruddin menyebutkan, sinergi ini membuktikan bahwa kualitas akademik dan potensi mahasiswa UIA diakui secara luas.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini, memastikan mahasiswa kami tidak hanya unggul dalam studi akademik saja, tetapi juga mampu menjadi agen literasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan kemajuan ekonomi di Aceh,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Prabu Dewanto menegaskan bahwa para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai “perpanjangan tangan” Bank Sentral.

“Penerima bantuan pendidikan diharapkan menjadi ujung tombak dalam menyampaikan peran BI kepada masyarakat, sekaligus mendorong literasi kebanksentralan serta kolaborasi riset dengan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Kabar baik bagi mahasiswa, sebut Prabu, jumlah penerima program tahun ini mengalami peningkatan signifikan, dari 250 mahasiswa pada tahun sebelumnya menjadi 300 mahasiswa pada tahun 2026.

Berbeda dengan bantuan finansial konvensional, Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026 dirancang sebagai paket pengembangan kapasitas yang komprehensif.

Program ini mencakup pelatihan kepemimpinan, edukasi kebijakan ekonomi, hingga keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan sosial ekonomi yang digerakkan oleh komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Sebagai rangkaian penutup, KPw BI Lhokseumawe juga menghadirkan Kuliah Umum bertajuk “Mengenal Bank Sentral dan Peran Bank Syariah dalam Perkembangan Ekonomi Aceh” yang ikut menghadirkan narasumber Pemimpin Kantor Cabang BCA Syariah Lhokseumawe, Yoserinaldi, guna memberikan wawasan praktis bagi ratusan mahasiswa mengenai dinamika ekonomi syariah di bumi Serambi Mekkah.

Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi muda Aceh yang tidak hanya mumpuni secara intelektual, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Belum ada komentar

Artikel Terkait