Dosen Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSUNA Syarifah Rahmah (kiri) dan dosen Pendidikan Agam Islam UIA Diana (kanan)
Dosen Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSUNA Syarifah Rahmah (kiri) dan dosen Pendidikan Agam Islam UIA Diana (kanan)

Tembus Scopus Q1, Dosen UIA dan UINSUNA Gandeng Akademisi India

PAYA LIPAH – Kolaborasi riset internasional yang dilakukan oleh akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah, Universitas Islam Aceh (UIA), dan Christ College (Autonomous) Kerala, India, berhasil menembus publikasi global bereputasi.

Artikel ilmiah yang mengkaji transformasi pendidikan Islam melalui peran Guru Penggerak Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Lhokseumawe tersebut resmi diterbitkan oleh Jurnal Pendidikan Agama Islam (JPAI) FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Volume 22 Nomor 2 Tahun 2025 yang terindeks Scopus Q1.

Tulisan kolaboratif bersama ini dimotori langsung oleh Syarifah Rahmah, Diana, K.J. Varghese, Fitriani, dan Edo Alvizar Dayusman yang berjudul “Transforming Islamic Education: The Role of Islamic Religious Education (IRE) Teacher Leaders in Designing Learning Materials at Lhokseumawe Junior High Schools” rilis pada 2 Desember 2025 lalu.

Syarifah Rahmah yang juga dosen di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultanah Nahrasiyah menyebutkan, tulisan kolaboratif tersebut memiliki fokus utama penelitian membedah bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI dijalankan oleh Guru Penggerak di tingkat sekolah menengah pertama.

“Capaian publikasi ini merupakan manifestasi dari komitmen dosen dalam mengaktualisasikan pilar tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat,” sebut Rahmah, Senin, 22 Juni 2026.

Salah satu tim penulis sekaligus dosen Pendidikan Agama Islam UIA, Diana, menambahkan, adanya kolaborasi dosen lintas program studi dan lintas perguruan tinggi, bahkan hingga melibatkan mitra internasional dari India, merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif.

“Melalui publikasi internasional ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi pemikiran yang berdampak luas, tidak hanya untuk pemenuhan kewajiban tridarma kampus, tetapi juga sebagai referensi solutif bagi peningkatan mutu serta transformasi pendidikan Islam secara global,” urai Diana.

Menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, sebut Diana, tim peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen dengan melibatkan langsung para Guru Penggerak PAI, kepala sekolah, serta koordinator lapangan di Lhokseumawe.

Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa guru penggerak PAI di wilayah tersebut memiliki kapasitas yang baik sebagai pemimpin pembelajaran (learning leader). Mereka dinilai mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam media pembelajaran kontekstual yang meningkatkan keterlibatan aktif siswa serta mendukung pembentukan karakter.

Kendati menunjukkan indikator positif, riset ini juga mengidentifikasi adanya sejumlah kesenjangan implementasi di lapangan.

Peneliti menemukan beberapa kendala utama, di antaranya adalah keterbatasan pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan media pembelajaran, minimnya ruang kolaborasi antar-guru, serta belum tersedianya sistem evaluasi media pembelajaran yang berjalan secara berkelanjutan.

Atas dasar temuan tersebut, luaran dari artikel ilmiah ini merekomendasikan adanya langkah strategis berupa penguatan kompetensi pedagogik berbasis teknologi bagi guru penggerak PAI melalui skema pelatihan berkala.

Tim penulis juga mendorong institusi sekolah untuk mengaktifkan komunitas belajar profesional (Professional Learning Community/PLC) agar proses perancangan bahan ajar inovatif dapat terdokumentasi dan berjalan secara sistematis.

Belum ada komentar

Artikel Terkait