LHOKSEUMAWE — Lembaga Dakwah Kampus (LDK) FORSIA Universitas Islam Aceh (UIA) mengutus tiga delegasi dan mengambil peran aktif dalam Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDKD) Aceh XV.
Kegiatan lembaga dakwah tingkat daerah yang diikuti 20 LDK dari berbagai perguruan tinggi se-Aceh tersebut berlangsung di Sekretariat UKM FORDIMA-LDK Politeknik Negeri Lhokseumawe, Jumat hingga Minggu, 2–4 Oktober 2026.
Delegasi UIA yang hadir dalam forum tahunan tersebut terdiri atas Amir LDK FORSIA Mahabbi, Amirah LDK FORSIA Rahmatul Idami, serta Ketua Divisi Kemuslimahan LDK FORSIA Cut Rizkiyani.
“Keikutsertaan perwakilan UIA bertujuan untuk mempererat ukhuwah, menyelaraskan gagasan, serta memperkuat jejaring gerakan dakwah mahasiswa di tingkat provinsi,” sebut Mahabbi.
Selain menjadi peserta persidangan, ujar Mahabbi, utusan LDK FORSIA UIA turut dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis dalam kepanitiaan dan jalannya forum.
Mahabbi didapuk menjadi moderator dalam sesi Seminar Nasional sekaligus terpilih sebagai salah satu Pimpinan Sidang dalam persidangan FSLDKD Aceh XV yang membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Puskomda serta rekomendasi Komisi A hingga Komisi E.
“Rahmatul Idami terlibat dalam Divisi Acara kepanitiaan untuk mengawal keteraturan serta kelancaran alur kegiatan selama tiga hari. Adapun Cut Rizkiyani berfokus membangun jejaring komunikasi dan konsolidasi program pada forum kemuslimahan antar-LDK se-Aceh,” sebut Mahabbi yang juga mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab tersebut.
Keterlibatan aktif LDK FORSIA UIA dalam FSLDKD Aceh XV menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mengasah kapasitas kepemimpinan mahasiswa, meningkatkan keahlian manajerial organisasi, serta memperluas kontribusi positif civitas akademika di ruang publik.










Belum ada komentar