PAYA LIPAH – Universitas Islam Aceh (UIA) Kampus Paya Lipah menorehkan capaian akademik membanggakan dengan memboyong 10 kategori penghargaan pada perhelatan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Award Aceh 2026 serta The 1st Aceh International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (AICISSS 2026).
Penyelenggaraan ajang penghargaan yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Pimpinan PTKIS (FKP-PTKIS) Aceh bersama Kopertais Wilayah V Aceh ini merupakan yang pertama kalinya digelar. Penilaian dilakukan secara independen terhadap 34 PTKIS di seluruh wilayah Aceh berdasarkan kinerja kelembagaan, tata kelola akademik, kerja sama strategis, serta inovasi dosen.
Rektor UIA Dr Nazaruddin MA, menyampaikan bahwa dari total 10 penghargaan yang diraih, enam di antaranya mencakup kategori kelembagaan dan empat penghargaan diperuntukkan bagi pimpinan serta dosen.
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memacu kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, serta penguatan SDM dosen agar mampu bersaing di era digital dan menjawab perkembangan teknologi,” ujar Nazaruddin.
Pada kategori kelembagaan, UIA Paya Lipah meraih enam penghargaan utama, yaitu Best Academic Excellence Award, Best Collaborative Partnership Award, Best Quality Assurance Award, Best Website Performance Award, Best Strategic Partnership Award, serta Most Active Institution Award atas partisipasi aktif dalam menyukseskan gelaran AICISSS 2026.
Di tingkat individu, jajaran pimpinan dan dosen UIA turut mengukir prestasi. Dr Nazaruddin MA dianugerahi Academic Excellence Award atas kepemimpinannya dalam memajukan kampus. Sementara itu Dr Dhiauddin MPd meraih Best Teaching Innovation Award atas pengembangan metode pembelajaran inovatif, dan Dr Diana MA memperoleh Inspirational Lecturer Award.
Melengkapi deretan prestasi tersebut yang tidak kalah membanggakan, dosen UIA Puja Rahmah, meraih Best Presenter Award dalam pemaparan makalah ilmiah pada ajang AICISSS 2026 yang berlangsung pada 2 September 2026 dengan tema “Islamic Thought and Social Transformation in the Age of Digital Civilization”.









Belum ada komentar