Dorong Ekonomi Lokal, Perbankan Syariah UIA Inisiasi PkM Internasional di Lombok 4
Akselerasi Digital Pemasaran Desa Wisata, Dosen UIA Terlibat dalam PkM Internasional

Akselerasi Digital Pemasaran Desa Wisata, Dosen UIA Terlibat dalam PkM Internasional

LOMBOK — Program Studi Perbankan Syariah Universitas Islam Aceh (UIA) bersama dengan Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah (APSKPS) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 16–18 September 2026.

Perhelatan akademik lintas negara ini berfokus pada penguatan potensi ekonomi lokal, digitalisasi pemasaran pariwisata, serta literasi keuangan syariah.

Ketua Prodi Perbankan Syariah UIA, Pocut Ainiah SE ME, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan diawali di Desa Wisata Sasak Ende Sengkol, Kecamatan Pujut, pada Rabu, 16 September 2026.

Program tersebut mengusung fokus pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal dan pemasaran digital internasional guna memperluas jangkauan promosi hingga ke mancanegara.

“Pendekatan ini memadukan pelestarian identitas budaya dengan pemanfaatan teknologi digital yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata global. Melalui program ini, potensi budaya dan tradisi Sasak dikomunikasikan secara kreatif melalui berbagai kanal digital,” ujar Pocut Ainiah, Selasa, 22 September 2026.

Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi

Rangkaian PkM Internasional dilanjutkan di Desa Wisata Sade tersebut melibatkan akademisi dan perwakilan perguruan tinggi anggota APSKPS dari dalam dan luar negeri dengan mengangkat tema “Strengthening the Local Economic Ecosystem of Lombok through Islamic Financial Literacy, Business Digitalization, and Sustainable Entrepreneurship Based on International University Collaboration.”

Selama kegiatan berlangsung, para akademisi memberikan edukasi intensif yang mencakup tiga pilar utama: literasi keuangan syariah untuk pengelolaan finansial berbasis prinsip syariah, digitalisasi bisnis guna memperluas akses pasar pelaku usaha lokal, serta prinsip kewirausahaan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan sosial.

Sinergi antara perguruan tinggi, pengelola desa wisata, dan masyarakat ini diharapkan mampu mengakselerasi Desa Wisata Sasak Ende dan Sade sebagai destinasi berkelas internasional tanpa menghilangkan karakter budaya lokal yang menjadi identitas utamanya.

Belum ada komentar

Artikel Terkait