PAYA LIPAH – Universitas Islam Aceh (UIA) mengukuhkan komitmen internasionalisasinya melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA) bersama Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR) Perak, Malaysia di Ruang Rapat Kampus Paya Lipah, Selasa, 28 Juli 2026.
Kerja sama lintas negara tersebut ditindaklanjuti secara langsung melalui implementasi program (Implementation Arrangement) berupa International Guest Lecture (Kuliah Tamu Internasional) yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan jajaran dosen dari berbagai program studi di lingkungan UIA.
Rektor UIA Dr Nazaruddin MA, menegaskan bahwa penguatan sinergi internasional ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) institusi untuk mencapai keunggulan akademik pada tingkat regional maupun global.
“UIA sangat terbuka dalam menjalin kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi demi mengakselerasi pencapaian visi institusional menuju kampus unggul pada tahun 2045. Kami berharap kesepakatan ini memberikan dampak konkret melalui berbagai perjanjian implementasi program secara berkelanjutan,” ujar Nazaruddin.
Senada dengan hal tersebut, Rektor IKDAR Perak Malaysia, Dr Muhammad Faizal bin Tahiruddin, mengapresiasi penerimaan institusional UIA. Ia menilai rekam jejak transformasi UIA menjadi universitas merupakan rujukan penting bagi pengembangan IKDAR sebagai perguruan tinggi berkembang di Malaysia.
“Kami menyampaikan tahniah dan apresiasi setinggi-tingginya atas penyambutan ini. Semoga kunjungan silaturahmi akademik ini menjadi pijakan bermakna dalam memperkuat pemberdayaan pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Muhammad Faizal.
Sebagai wujud integrasi keilmuan, forum International Guest Lecture menghadirkan empat pemateri utama yang membedah isu-isu kontemporer yang beranggotanya delegari dari IKDAR Malaysia, yakni Dato’ Haji Muhamad Asri Bin Haji Abdullah dan Dr Muhammad Faizal Bin Tahiruddin memaparkan materi bertajuk “Political Infiltration Within The Education System”.
Sementara itu Dr Ahmad Muzammil Bin Mohamed Shapawi membedah materi “Parameter Syariat Islam dalam Persilatan: Pengamalan Negeri Perak, Malaysia” dan Nazaruddin menyampaikan analisis mengenai “Dynamic of the Implementation of Islamic Law in Aceh”.
Agenda internasional ini turut dihadiri oleh pimpinan STAI Darul Abrar, jajaran rektorat UIA, para dekan fakultas, serta sivitas akademika. Inisiatif kolaboratif ini diharapkan mampu memperluas mobilitas akademik, riset bersama (joint research), serta publikasi ilmiah antar-lembaga pendidikan Islam di tingkat internasional.












Belum ada komentar